Pantang Menyerah

Hidup adalah perjuangan. Dalam perjuangan selalu ada pengorbanan. Siapa yang sedang berjuang tidak mau berkorban, cita-cita akan sulit tercapai. Mahasiswa yang ingin menjadi sarjana harus berkorban banyak belajar (duduk di perpustakaan). Dosen yang ingin memperoleh sertifikat pendidik harus berjuang dengan rajin menulis karya ilmiah. Dosen yang sudah memiliki jenjang fungsional akademik Lektor Kepala dan ingin menjadi Guru Besar, mohon merenungkan beberapa tips berikut.

 1.      Nasihat Bijak Orang-Orang Hebat

a.      Lao Tzu

Filsuf Lao Tzu dari Cina mengajarkan falsafah hidup kepada kita bahwa kita tidak bisa mencapai langkah keseribu jika tidak dimulai dari langkah pertama. Pepatah itu merupakan pembakar adrenalin Anda jika Anda bercita-cita ingin menjadi Guru Besar. Adrenalin Anda akan “mendidih” untuk melangkah, melangkah lagi, dan terus melangkah lagi; atau berkarya, berkarya lagi, dan terus berkarya lagi. Kita akan selalu tertantang untuk mengambil langkah yang taktis dan bermakna untuk menghasilkan karya-karya tulis ilmiah, seperti artikel ilmiah untuk jurnal ilmiah, buku ajar untuk SD, SMP, SMA, atau buku bahan kuliah perguruan tinggi. Jika karya ilmiah tersebut diterbitkan, dan diusulkan untuk kenaikan jenjang fungsional akademik, semua itu yakin akan memperoleh kum (angka kredit). Kiat lain yang perlu ditempuh adalah kita rajin melangkahkan kaki untuk mengikuti seminar, sarasehan, simposium, diskusi ilmiah, dan pertemuan ilmiah yang lain agar kita memperoleh sertifikat dan piagam keikutsertaan yang semuanya akan mendapatkan kum.

Rekan-rekan dosen dan para pembaca yang berantusias ingin menjadi Guru Besar, kata-kata mutiara berikut jangan

sampai hilang dalam ingatan kita. “Kita dapat mencapai puncak gunung setelah melalui jalan terjal yang di kiri dan

kanannya penuh onak dan duri.” Begitu juga, ”nelayan tidak akan mampu mencapai laut biru jika tidak berani

berlayar jauh dari pantai yang penuh gelombang.”

b.      Benyamin Franklin

Nasihat Benyamin Franklin ditujukan kepada mereka yang merasa ragu atau takut untuk mengusulkan menjadi Guru Besar karena merasa karya tulis ilmiah yang dimilikinya tidak bermutu. Beliau membakar semangat dengan kalimat, “Jangan menunggu hingga keadaannya sempurna karena hal itu tidak akan pernah terjadi. Kerjakan saja apa yang Anda takutkan dan  ketakutan  pun akan menghilang dengan sendirinya.” Jangan takut menu-lis, apa yang Anda ketahui, tulislah dan publikasikan. Setiap tulisan, betapapun sederhananya, ada kumnya. Tulisan yang banyak akan memperoleh kum yang banyak pula. Kata-kata hikmah dari seorang motivator yang membekas dalam memori saya adalah “Lebih baik menjadi dosen yang menghasilkan tulisan jelek daripada menjadi dosen jelek yang tidak menghasilkan tulisan apa pun”.

c.       Dale  Carnegie

Dale Carnegie adalah seorang motivator kelas dunia. Dia selalu memberikan nasihat kepada para pembaca bukunya agar senantiasa berpikir positif. Menurutnya, pola pikir positif telah lama diperkenalkan oleh Pygmalyon dari Yunani yang sering dijadikan acuan oleh para motivator. Pygmalyon berpandangan bahwa berpikir positif merupakan sikap mental yang memudahkan masuknya pikiran-pikiran konstruktif. Berpikir positif juga merupa-kan sikap mental yang produktif, menumbuhkan sikap optimistis, mengharapkan hasil yang lebih baik serta menguntungkan.

Pikiran positif cenderung menghadirkan rasa percaya diri, yakin, tidak ragu berbuat, gagah dalam menjalani kehidupan, kebahagiaan, sukacita, kesehatan, serta kesuksesan dalam setiap situasi dan tindakan. Apa pun yang kita harapkan, pikiran positif akan mampu mewujud-kannya. Karena itu, dalam upaya meraih jabatan puncak sebagai Guru Besar, kita senantiasa berpikir positif dan yakin bahwa kita suatu saat bisa menjadi Guru Besar; berpikirlah positif dan tidak ragu sedikit pun bahwa karya-karya tulis kita semuanya hasil keringat sendiri, dan bukan karya jiplakan; berpikirlah positif dengan percaya diri bahwa senat fakultas dan senat universitas akan mendu-kung perjuangan kita. Jika kita selalu berpikir positif dalam berbagai pergaulan, baik dengan sesama sivitas akademika di kampus maupun dengan masyarakat pada umumnya, buah manis pasti akan didapat.

Selain menganjurkan berpikir positif, Carnegie (1986) juga menganjurkan kepada siapa saja untuk berbaik-baik dalam bergaul dengan sesama agar setiap orang menye-nangi kita. Beberapa kiat bergaul anjuran Dale Carnegie, antara lain,  adalah (a) hindari perdebatan, (b) tidak menyalahkan orang, (c) akuilah kesalahan diri, (d) hindarilah marah dan jadilah pemaaf, dan (e) hindarilah kata tidak karena kata itu berakar dari kesombongan.

d.      Mario Teguh

Mario Teguh menjadi populer sebagai motivator nasional melalui acara “Mario Teguh Golden Ways” yang disiarkan sebuah stasiun televisi swasta. Acara tersebut selalu dinanti-nantikan oleh banyak pemirsa di Indonesia. Beliau memberikan motivasi, menyampaikan nasihat, mengupas ajaran iman, tauhid, dan lain-lain.

Menurut Mario Teguh, kebahagiaan adalah hak kita. Dan, seperti semua hak, kitalah yang diharapkan datang menjemputnya. Waktu terbaik untuk menjemput kebaha-giaan adalah sekarang. Tempat terbaik untuk berbahagia adalah di sini. Jadi, jika sudah punya minat untuk menjadi Guru Besar, kita tidak mungkin diberi keinginginan menjadi Guru Besar oleh Tuhan, tanpa diberi kesempatan untuk mencapai jenjang akademik terhormat itu. Karena jabatan Guru Besar adalah obsesi dan angan-angan kita, seperti semua bentuk angan-angan, kitalah yang diharap-kan datang menjemputnya dengan lompatan-lompatan yang cerdik.

Kata Mario Teguh pula, kita harus berhasil walaupun apa pun. Kita tidak akan pernah mengenali kekuatan kita jika kita tidak menjumpai kesulitan. Tidak ada tujuan lain dari kesulitan, kecuali menjadikan kita lebih kuat daripada sebelumnya.

Janganlah berkata tidak mungkin bagi yang ingin kita capai. Apa pun yang kita inginkan, mungkinkan. Bagi hati yang berani, tidak ada yang tidak mungkin. Kita akan mencapai apa pun jika kita bersedia melakukan yang dibutuhkan untuk mencapainya. Sikapilah kehidupan ini dengan perasaan yang sama berhaknya dengan mereka yang kita lihat lebih beruntung dan lebih berhasil daripada kita. Selalu ada kemungkinan yang luar biasa bagi orang biasa yang bersedia bekerja dengan kesungguhan yang tidak biasa. Kehidupan yang luar biasa membutuhkan keberanian yang luar biasa. Jika kita berani, kita akan memaksimalkan upaya kita untuk mencapai yang kita inginkan.

Kata-kata hikmah Mario Teguh yang sering ditan-capkan ke dalam hati penggemarnya dan dimasukkan ke relung-relung setiap hati pemirsanya adalah agar kita menjadi manusia kreatif, yaitu manusia yang ingin keluar dari zona aman, ingin berbeda dengan manusia rata-rata. Beliau menegaskan, ”Segala sesuatu ditentukan oleh niat. Jika niat kita baik, hidup kita akan baik. Mungkin tidak segera, tetapi pasti.”

Katanya pula, jika kita ingin meramal kehidupan pada masa yang akan datang, perhatikan saja, apakah kita sekarang menghormati waktu atau tidak. Apakah waktu ini kita gunakan untuk hal-hal yang sia-sia, ataukah kita gunakan waktu tersebut untuk melakukan kegiatan yang positif, produktif, kreatif, dan inovatif.”

Jangan lupa pula, kata Mario Teguh, bacalah doa dan lakukan. Jika kita ingin Tuhan menuruti permintaan-permintaan kita, cobalah untuk menjadi lebih penurut kepada Tuhan. Untuk itu, marilah kita berdoa bersama. Bismillaahirrahmaanirrahiim. Allahumma yassir lanaa umuuranaa. ‘Ya Allah mudahkanlah urusan kami untuk mencapai jenjang akademik Guru Besar’. Jika kita berdoa dengan khusyuk, dan kita tidak berbuat dosa yang akan menjadi perintangnya, insya Allah doa kita akan didengar Allah, dan Allah SWT akan mengabulkan doa kita. Maka, Sang Maha Penentu akan bersabda, Kun Fayakun Jadikanlah orang yang berdoa tersebut menjadi Guru Besar. Maka, jadilah dia sebagai Guru Besar’.

2.      Adrenalin Sang Pemberani

Para pembaca yang budiman. Saya mohon Anda bersedia membaca ungkapan pemicu semangat berikut beberapa kali. Bahkan, jika dimungkinkan, slogan ini dihafal di luar kepala, dan selalu diucapkan di mana pun Anda berada dan ke mana pun Anda pergi sehingga Anda selalu mengingat slogan di bawah ini. Dengan demikian, “adrenalin” kita akan meningkat untuk segera berbuat, berbuat, dan berbuat untuk meraih cita-cita; kita segera melangkah, melangkah lagi, dan terus melangkah lagi menuju ke tempat yang diimpi-impikan. Tujuannya tiada lain adalah agar slogan bijak ini melekat secara psikologis dalam memori kita sehingga kita tertantang untuk selalu ingin melaksanakannya. Inilah slogan yang dimaksud.

Jika dosen lain bisa menjadi Guru Besar, mengapa saya tidak. (Baca dalam hati minimal satu kali sehari.)

Bahkan, upaya Anda harus lebih keras daripada usaha mereka. Jika dosen lain berhasil meraih jabatan Guru Besar itu dengan menggunakan langkah yang konvensional dan normatif, yaitu mengajukan kenaikan pangkat setiap empat tahun sekali, Anda dapat berusaha maksimal melebihi mereka, misalnya Anda dapat mengajukan kenaikan pangkat selang dua tahun saja. Untuk itu, Anda tidak cukup hanya dengan langkah-langkah (taktis), tetapi harus lebih dari itu, misalnya Anda mampu menciptakan lompatan-lompatan cerdik untuk menjemput jabatan puncak tersebut. Namun, lompatan-lompatan cerdik tersebut dapat kita lakukan hanya jika kita bekerja keras dan cerdik serta gigih sehingga kita dapat mengumpulkan pundi-pundi angka kredit sebanyak dua kali lipat setiap tahun.

Berkenaan dengan upaya memacu semangat dan membakar adrenalin hingga “mendidih”, sejak hari ini Anda juga dianjurkan membuat folder di komputer dengan judul “Dapur Kreativitas Menuju Guru Besar” atau “Pabrik Gagasan untuk Meraih Jabatan Profesor”. Catatlah di sana apa pun yang Anda lihat, Anda dengar, atau Anda rasakan yang menurut Anda merupakan gagasan baru. Tulis saja semua yang tergetar di hati walaupun itu kontroversial atau melawan arus, walaupun aneh atau janggal, walaupun tidak lazim, walaupun akan menimbulkan protes orang. Jangan ragu-ragu, tulis saja sebanyak-banyaknya gagasan dalam folder tersebut. Setiap ada kesempatan, folder tersebut dibuka dan ditambah dengan gagasan baru sehingga daftarnya makin panjang. Suatu ketika, Anda akan tergerak untuk mengembangkan topik tertentu dalam daftar tersebut menjadi suatu tulisan yang panjang. Dengan langkah begitu, dan begitu terus, ide kita akan bertambah dan pengembangan ide pun akan berjalan terus.

Marilah kita mengingat pepatah lama, sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi komplit. Jika setiap hari kita menulis sepuluh kalimat dengan konsisten tentang topik tertentu, dalam tempo satu tahun sudah terdapat 365 hari kali 10 kalimat atau 3.650 (tiga ribu enam ratus lima puluh) kalimat. Jumlah kalimat sebanyak 3.650 itu sudah bisa menjadi sebuah buku yang dapat dipublikasikan jika diolah dengan sistematis dan logis, serta dimodifikasi sedemikian rupa sehingga enak dibaca. Bagaimana jika kebiasaan menulis sepuluh kalimat dalam sehari tersebut dilakukan selama lima tahun, sepuluh tahun, atau lima belas tahun, pastilah kita dapat memproduksi puluhan karya ilmiah, puluhan makalah seminar, puluhan buku ajar, dan puluhan diktat bahan kuliah. Luar biasa, bukan?

Percayalah, jika Anda memimpikan jabatan Guru Besar dan secara konsisten melangkah dan melangkah dengan taktis, bahkan melompat dan melompat dengan cerdik, lima tahun atau sepuluh tahun dari sekarang, impian Anda menjadi Guru Besar akan terwujud. Percayalah, Allah SWT tidak akan meleset dari janji-Nya. Shadaqallaahul adziim ‘Mahabenar Allah dengan segala firman-Nya. Allah berfirman, Kun Fayakun”. Jika Allah menghendaki, maka jadilah’.

PT Pustaka Mandiri

Kompleks Puri Kartika AB 19

Tajur, Ciledug, Kota Tangerang 15152

Blog: https://zaenalarifin28.wordpress.com

Email: zaenalarifin_48@yahoo.com

Telepon (021) 7320824, HP 08151622855

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: